Sejarah Singkat Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Sejarah
Singkat Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Pemrograman
Berorientasi Objek (Object-Oriented Programming atau disingkat OOP) adalah
paradigma pemrograman yang berfokus pada konsep "objek" sebagai unit
dasar untuk merancang dan membangun perangkat lunak. Konsep OOP memungkinkan
pengembang untuk mengorganisir kode menjadi struktur yang terstruktur, modular,
dan mudah dikelola. Berikut adalah sejarah singkat OOP dari awal hingga saat
ini:
1. Awal Mula
OOP
Konsep OOP pertama kali dikembangkan pada
awal 1960-an oleh seorang ilmuwan komputer dari Norwegia bernama Kristen
Nygaard dan seorang peneliti asal Denmark bernama Ole-Johan Dahl. Mereka
menciptakan bahasa pemrograman Simula, yang dianggap sebagai bahasa pemrograman
berorientasi objek pertama di dunia. Simula menggabungkan konsep objek dengan
kemampuan untuk mendefinisikan kelas dan pewarisan, membuka jalan bagi
perkembangan paradigma OOP.
2. Penemuan
"Kelas" dan "Objek"
Pada tahun 1967, Nygaard dan Dahl
menerbitkan makalah tentang bahasa Simula 67, yang memperkenalkan konsep kelas
dan objek secara formal. Ide ini menjadi dasar dari apa yang sekarang kita
kenal sebagai pemrograman berorientasi objek.
3. Perkembangan
OOP di Smalltalk
Pada tahun 1970-an, Alan Kay dan tim di
Xerox Palo Alto Research Center (PARC) mengembangkan bahasa pemrograman
Smalltalk, yang merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek yang sangat
berpengaruh. Smalltalk adalah bahasa pemrograman pertama yang
mengimplementasikan konsep OOP secara menyeluruh, termasuk konsep kelas, objek,
enkapsulasi, pewarisan, dan polimorfisme.
4. Penerapan
OOP di Bahasa Populer
Pada tahun 1980-an, OOP mulai diterapkan
dalam bahasa pemrograman yang lebih populer, seperti C++ dan Eiffel. C++
dikembangkan oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1983 sebagai ekstensi dari
bahasa C, dan menjadi bahasa pemrograman berorientasi objek yang paling banyak
digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Eiffel, yang dikembangkan oleh
Bertrand Meyer pada tahun 1985, juga menjadi bahasa pemrograman berorientasi
objek yang populer khususnya dalam pengembangan perangkat lunak yang
mengutamakan keselamatan dan keamanan.
5. Java dan OOP
di Era Modern
Pada tahun 1990-an, Java muncul sebagai
bahasa pemrograman berorientasi objek yang menggabungkan fitur-fitur OOP dari
C++ dengan portabilitas yang tinggi. Java, yang dikembangkan oleh James Gosling
dan tim di Sun Microsystems (sekarang dimiliki oleh Oracle Corporation),
menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer dalam pengembangan
aplikasi perangkat lunak, terutama di web dan perangkat bergerak.
6. OOP di
Bahasa Lain dan Framework
Selain Java, C++, dan Eiffel, paradigma OOP
juga diterapkan di banyak bahasa pemrograman lain, termasuk Python, Ruby, C#,
Swift, JavaScript, dan lain-lain. Bahasa-bahasa ini menawarkan beragam fitur
OOP yang memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi dengan cara yang
lebih modular, terstruktur, dan efisien.
7. Pemrograman
Berorientasi Objek di Dunia Nyata
OOP telah menjadi salah satu paradigma
pemrograman yang paling dominan dan populer dalam pengembangan perangkat lunak
di era modern. Penggunaan OOP telah meningkatkan produktivitas pengembangan
perangkat lunak dengan menyederhanakan struktur kode, meningkatkan keterbacaan,
memungkinkan penggunaan kembali kode, dan meningkatkan skalabilitas.
8. OOP dalam
Pengembangan Perangkat Lunak Skala Besar
Paradigma OOP telah menjadi fondasi untuk
pengembangan perangkat lunak skala besar, termasuk sistem operasi, aplikasi
bisnis, perangkat lunak real-time, perangkat lunak berbasis web, dan banyak
lagi. OOP juga sering digunakan dalam pengembangan permainan video, aplikasi
mobile, dan Internet of Things (IoT).
Kesimpulan:
Pemrograman
Berorientasi Objek adalah paradigma pemrograman yang mengubah cara kita membangun
dan mengelola perangkat lunak. Dengan mengorganisir kode dalam bentuk kelas dan
objek, OOP memberikan fleksibilitas, keterbacaan, dan keamanan yang tinggi
dalam pengembangan perangkat lunak. Paradigma ini terus berkembang dan menjadi
landasan utama dalam industri perangkat lunak, memungkinkan para pengembang
untuk menciptakan solusi perangkat lunak yang efisien dan dapat diandalkan
untuk berbagai keperluan dan platform.