Definisi Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Definisi Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)
Pemrograman Berorientasi Objek (Object-Oriented Programming atau
disingkat OOP) adalah paradigma pemrograman yang berfokus pada konsep
"objek". Paradigma ini memungkinkan pengembang untuk menyusun program
dalam bentuk kelas dan objek yang saling berinteraksi untuk menciptakan solusi
perangkat lunak. OOP adalah salah satu dari beberapa paradigma pemrograman yang
paling populer dan sering digunakan dalam pengembangan perangkat lunak modern.
1. Objek dan Kelas
- Objek adalah entitas yang
merepresentasikan sesuatu dalam dunia nyata atau konsep abstrak. Objek memiliki
atribut (data) dan perilaku (fungsi/metode) yang mendefinisikan sifat dan
tindakan yang dapat dilakukan oleh objek tersebut.
Dalam analogi dunia nyata, objek dapat dianggap
sebagai benda nyata atau entitas yang memiliki atribut atau karakteristik
khusus serta dapat melakukan tindakan tertentu. Contohnya, jika kita memiliki
kelas "Mobil", maka objek dari kelas tersebut bisa berupa mobil
tertentu dengan merek, model, tahun produksi, dan warna tertentu.
Contoh lain :
Dalam pemrograman
berorientasi objek (PBO), objek-objek ini merepresentasikan entitas-entitas
dalam dunia nyata. Berikut adalah beberapa contoh objek dunia nyata yang bisa
diimplementasikan dalam konsep pemrograman berorientasi objek:
1. Mobil: Dalam PBO,
objek "Mobil" dapat memiliki atribut seperti merek, model, warna, dan
metode untuk mengemudi atau mematikan mesin.
2. Pengguna: Objek
"Pengguna" bisa memiliki atribut seperti nama, alamat email, dan
metode untuk mengirim pesan atau login ke sistem.
3. Buku: Objek
"Buku" dapat memiliki atribut seperti judul, penulis, tahun terbit,
dan metode untuk membaca atau mencari informasi dalam buku tersebut.
4. Pegawai: Objek
"Pegawai" bisa memiliki atribut seperti nama, nomor identitas
pegawai, gaji, dan metode untuk menghitung tunjangan atau mengurus cuti.
5. Kotak Surat: Objek
"Kotak Surat" dapat memiliki atribut seperti alamat, nomor kotak
surat, dan metode untuk membaca atau mengirim surat.
6. Komputer: Objek
"Komputer" bisa memiliki atribut seperti merek, model, spesifikasi,
dan metode untuk menjalankan program atau mematikan komputer.
7. Hewan Peliharaan:
Objek "Hewan Peliharaan" dapat memiliki atribut seperti nama, jenis
hewan, usia, dan metode untuk memberi makan atau bermain bersama.
8. Produk: Objek
"Produk" bisa memiliki atribut seperti kode produk, harga, stok, dan
metode untuk menghitung total harga atau mengelola inventaris.
9. Restoran: Objek
"Restoran" dapat memiliki atribut seperti nama, alamat, daftar menu,
dan metode untuk menerima pesanan atau melayani pelanggan.
10. Penerbangan: Objek
"Penerbangan" bisa memiliki atribut seperti nomor penerbangan,
tujuan, waktu keberangkatan, dan metode untuk melakukan pemesanan tiket atau
mengecek status penerbangan.
- Kelas adalah blueprint atau cetak biru yang mendefinisikan struktur
dan perilaku umum dari objek-objek yang akan dibuat. Kelas berisi deklarasi
atribut dan metode yang akan diwarisi oleh objek-objek yang dibuat dari kelas
tersebut.
2. Enkapsulasi dan Abstraksi
- Enkapsulasi adalah konsep OOP
yang menggabungkan data dan metode terkait dalam satu kesatuan. Ini berarti
objek menyembunyikan detail internalnya dari dunia luar dan hanya menyediakan
antarmuka yang terbatas untuk berinteraksi dengan objek tersebut.
- Abstraksi adalah proses
penyederhanaan kompleksitas objek dengan menyajikan hanya informasi yang
relevan dan mengabaikan detail yang tidak diperlukan.
3. Pewarisan (Inheritance)
- Pewarisan adalah konsep yang
memungkinkan kelas untuk "mewarisi" atribut dan metode dari kelas
lain. Kelas yang mewarisi disebut sebagai kelas turunan atau subkelas,
sedangkan kelas yang memberikan warisan disebut sebagai kelas induk atau
superclass.
- Pewarisan memungkinkan
penggunaan kembali kode yang ada dan memungkinkan struktur hirarki dalam
pemrograman.
4. Polimorfisme (Polymorphism)
- Polimorfisme adalah konsep OOP
yang memungkinkan objek untuk memiliki banyak bentuk atau perilaku. Dengan
polimorfisme, objek dari kelas yang berbeda dapat digunakan dengan cara yang
seragam melalui antarmuka yang sama.
- Polimorfisme memfasilitasi
fleksibilitas dalam kode dan memungkinkan penggunaan metode umum untuk berbagai
jenis objek.
5. Penggabungan (Composition)
- Penggabungan adalah konsep OOP
di mana sebuah objek terdiri dari satu atau lebih objek lain. Dalam hubungan
komposisi, objek yang dihasilkan tidak dapat ada tanpa objek-objek yang
menyusunnya.
- Penggabungan memungkinkan
pembuatan struktur yang lebih kompleks dengan menggabungkan objek-objek yang
lebih sederhana.
Manfaat Pemrograman Berorientasi Objek:
- Mempermudah pengembangan dan pemeliharaan kode karena struktur yang
terorganisir dan moduler.
- Memfasilitasi penggunaan kembali kode melalui konsep pewarisan.
- Memungkinkan penyelesaian masalah kompleks dengan cara yang lebih
intuitif dan terstruktur.
- Meningkatkan keamanan karena enkapsulasi menyembunyikan detail internal
dari objek.
- Memungkinkan pemodelan dunia nyata yang lebih baik dengan mewakili
objek-objek nyata sebagai objek dalam kode.
Contoh Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek yang populer adalah Java,
C++, Python, C#, Ruby, dan lain-lain. Dalam bahasa-bahasa ini, konsep-konsep
OOP diterapkan dengan berbagai cara, tetapi tujuannya tetap sama: membuat
perangkat lunak yang mudah dipahami, dioptimalkan, dan mudah dikelola dengan
menggunakan pendekatan berorientasi objek.